TABALONG HARI INI

Dinkes Tabalong Ingin Tingkatkan Kolaborasi Antar Sektor Guna Turunkan Kasus Stunting

TABALONG – Dinas Kesehatan Tabalong melakukan pembahasan hasil pencatatan dan pelaporan intervensi stunting selama tahun 2021 pada 25 November di Tanjung. Pembahasan ini dilakukan bersama Bappeda Tabalong dan Kader PKK desa serta tenaga gizi Puskesmas se Tabalong.

Pembahasan hasil pencatatan dan pelaporan intervensi stunting ini sebagai upaya mencari dan mengindentifikasi kelemahan intevensi stunting yang dilakukan Pemkab Tabalong, sehingga dapat dilakukan peningkatan peran lintas sektor dalam mengatasinya. Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, dokter Taufiqurrahman Hamdie menekankan kolaborasi lintas sektor dalam mensukseskan penurunan stunting di Tabalong.

 “yah inikan untuk menurunkan tadi perlu kolaborasi ya intervensi bersama tidak mungkin dinas kesehatan berdiri sendiri kemudian sektor lain berdiri sendiri tidak, semua secara konvergensi menyamakan persepsi dan satu tujuan,itu sebetulnya jangan sampai nanti tujuan atau persepsi ini berbeda beda jadi kita satu tujuan ini adalah untuk menurunkan angka stunting di Tabalong ” Kata dr. Taufiqurrahman Hamdie – Kepala Dinkes Tabalong.

Kepala bidang sosial budaya dan sumberdaya manusia Bappeda Tabalong, Ida Hastutiningsih, turut menyampaikan bahwa secara spesifik intervensi dalam perpres masih dibebankan kepada dinas kesehatan. Dan secara sensitive pada tahun depan KB juga akan ikut serta untuk andil bagian dalam penurunan stunting melalui pendekatan pra nikahnya.

 “di spesifik yang diperpres yang baru pun masih dibebankan kepada dinas kesehatan yang langsung berhubungan dengan 1000 hpk nya itu tapi yang sensitive selain skpd skpd yang tahun ini juga ikut selain pu yang air bersih di jamban, dinsos  pendampingan pkh kana da  ketahanan pangan pkrl nya itu(?) di tahun depan perpres itu kb pun akan ikut serta dalam pra nikahnya jadi mereka akan pendekatan dalam pra nikahnya” Kata Ida Hastutiningsih – Kabid Sosbud dan SDM.

Intervensi atau upaya yang dilakukan secara spesifik merupakan kegiatan yang langsung tertuju kepada sasaran dan dilakukan oleh sektor  kesehatan dengan persentasi atau andil sebanyak 30 persen. Sedangkan 70 persen sisanya, dilakukan secara sensitif oleh sektor lain, baik dari sanitasi, ketahanan pangan dan bentuk layanan kesehatan seperti jamsostek dan lainnya. (M.Arie Arieyadi).

Ke Atas