TABALONG HARI INI

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSHBK Maburai Belum Terima Pasien Luar Daerah

TABALONG – Meski saat ini pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Badaruddin Kasim mulai berkurang, namun pihak manajemen rumah sakit masih memberlakukan aturan tidak menerima pasien rujukan dari luar daerah, terutama yang memerlukan terapi oksigen. Kebijakan ini merupakan bentuk kesiapan pihak RSUD jika kembali terjadi lonjakan covid-19, dengan prioritas warga Tabalong.

Direktur RSUD Badaruddin kasim, Mastur Kurniawan mengatakan, kebijakan ini diambil berdasarkan pengalaman sebelumnya. Selain itu juga atas pertimbangan karena adanya jenis varian  baru dari covid-19 yang  harus diwaspadai. Dokter mastur pun percaya setiap kabupaten pasti sudah melakukan antisipasi sebaik mungkin.

“Geh memang pada saat hasil awal-awal itu terjadi peningkatan yang bulan agustus itu kita memang sampai penuh dan itu sudah terbukti baik di ruangan isolasi rawat inap yang di belakang penuh sampai di igd sampai selasar hampir 20 hingga 30, Nah dari pengalaman yang itu kita ambil memang rata-rata memang ada orang dari kabupaten lain Nah dengan adanya itu pada saat itu memang kita membuat keputusan bahwa kita utamakan orang-orang Tabalong kita memutuskan Karena tiap Kabupaten itu seharusnya sudah menyiapkan sendiri-sendiri, secara aturan tidak tertulis memang setiap Kabupaten harus mendahulukan warganya sendiri sehingga dengan saat ini memang kita sudah turun banyak lah ya kita sediakan 58 bed atau 58 pasien kita sekarang terisi 12 Tapi kita tetap harus waspada Karena sekarang kan ini ada lagi kasus varian yang MU yang MU itu juga kita harus waspada jangan sampai  terjadi peningkatan seperti kemarin” Kata Mastur Kurniawan, Direktur Utama RSUD BK Maburai.

Dokter mastur juga menjelaskan skenario yang mereka siapkan jika kembali terjadi lonjakan kasus covid-19. Seperti mempersiapkan sejumlah bed dan  tenaga kesehatan yang siap dipindah tugaskan ke ruang isolasi dan juga igd. Sedangkan untuk ketersediaan oksigen pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak provinsi, dinas perdagangan maupun pihak satgas untuk menjamin ketersediaan pasokan oksigen di rumah sakit ini tetap terpenuhi. (Maria Ulfah).

Ke Atas