TABALONG HARI INI

Wabup Mawardi Bangga Kaji Terap Kembang Kol Organik BPP Uya Berhasil

TABALONG – Wakil Bupati Tabalong bersama jajaran dinas pertanian, melakukan panen kembang kol di lahan terapan seluas 3 borong milik BPP Muara Uya, pada 25 Agustus 2021. Melalui budidaya kembang kol di lahan terapan ini, BPP Muara Uya ingin memberi contoh pada petani sekitar agar temotivasi melakukan hal serupa di lahannya masing-masing.

Pasalnya budidaya kembang kol ini dinilai menguntungkan. Selain karena masa tanam yang singkat yaitu hanya 41 hari, kembang kol juga cocok dibudidayakan pada jenis tanah yang ada di sekitar kecamatan muara uya. Plt Kepala Dinas Pertanian Tabalong, Syamani menjelaskan saat ini kembang kol memiliki prospek ekonomi yang  bagus.

 “untuk komoditas yang dipilih memang salah satu pertimbangan adalah komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan setempat, kemudian yang kedua komoditas yang memiliki prospek pasar dan nilai yang ekonomis, kemudian yang ketiga komoditas yang ee secara teknis budidaya itu mungkin dilaksanakan ditingkat usaha tani.” Kata Syam’ani- Plt Kepala Distan Tabalong.

Budiaya kembang kol di lahan terapan ini turut dikelola petani sekitar, salah satunya widi admokoe. Ia menjelaskan,s alah satu faktor penentu keberhasilan budidaya kembang kol yang mereka kembangkan adalah karena menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Selain itu pengendalian hama seperti ulat dan sebagainya, juga menggunakan bahan organik, tepat system bio urine.

 “Untuk pupuk dasarnya kita pakai pupuk kandang dan untuk pengendaliannya itu kita pakai system bio urine untuk pengendalian hama, ulat dan lain lainnya.” Kata Widi Admokoe – Petani Milenial Muara Uya.

Wakil Bupati Tabalong, Mawardi, mengaku bangga dengan proses dan hasil yang didapat Bpp Muara Uya. Ia menilai selain hasil perkebunan yang jauh lebih sehat, harga dari hasil perkebunan yang menggunakan pupuk organik juga tergolong mahal.

 “nah ulun bangga tadi dengan apa yang dilaporkan oleh ketua bpp tadi bahwa kaji terap ini menggunakan pupuk organic, hasil perkebunan pupuk organic itu sebetulnya mahal dijual dari pada hasil pertanian yang menggunakan pupuk non organic.” Kata Mawardi – Wakil Bupati Tabalong.

Namun Mawardi menyayangkan hasil perkebunan organik di Tabalong masih belum banyak diminati oleh masyarakat, khususnya yang berada jauh dari perkotaan. Ia pun berharap, dengan semakin banyaknya hasil perkebunan organik yang berkualitas, dapat menaikkan minat masyarakat untuk memilih sayur organik. (M. Arie Arieyadi).

Ke Atas