Sosial & Budaya

Menuju Keluarga Berkualitas, DP3AP2KB Sosialisasikan Puspaga

MediaCenter, Tabalong – Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) gelar sosialisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Kamis, (3/10/2019) di Hotel Aston Tanjung.

Ini digelar guna mengatasi pra-permasalahan (pencegahan) dalam rumah tangga, maupun sosial  menurut undang-undang tentang Kependudukan dan Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 1994 dipaparkan secara nyata bahwa terdapat delapan fungsi keluarga yang perlu dioptimalkan antara lain fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.

Kepala DP3AP2KB Tabalong, Sarjono, mengatakan sasaran dari Puspaga adalah rumah tangga dengan sekitar 60.000 (enam puluh ribu) rumah tangga di Kabupaten Tabalong  dan 11.000 (sebelas ribu) singel parent. 

“Ada ibu, bapak, terutama anak remaja itu merupakan target kami untuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Karena tidak semua rumah tangga harmonis, pasti ada masalah. Nah jadi kami sediakan Psikologi dan konsultasi gratis, dengan harapan dapat menjadi keluarga yang berkualitas,” tutur Sarjono. 

Adanya Puspaga ini diharapkan bisa menjangkau semua keluarga, termasuk keluarga yang berada di Lembaga Permasyarakatan (lapas) Kabupaten Tabalong.

“Karena banyak di sana (lapas) teman-teman kita, ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja yang dari segi kasus perlu batuan Psikologi. Selain melayani indoor, kita juga akan melayani outdoor, dan menjangkau keluarga yang bermasalah di desa tertinggal,” tambahnya

Terdapat 24 kampug Keluarga Berencana (KB), yang berarti akan ada 24 desa pula yang akan terjangkau pada tahapan pertama. Rencananya progres Puspaga akan terus dikembangkan dengan tenaga Psikologi.

Sementara itu, Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani, mengatakan dengan adanya sosialisasi Puspaga merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, melalui peningkatan kualitas hidup. 

“Kedelapan fungsi keluarga menurut undang-undang nomor 21 tahun 1994, pelaksanaan delapan fungsi tersebut perlu perlindungan terhadap keluarga kita. Puspaga merupakan konseling untuk keluarga ataupun masyarakat di Kabupaten Tabalong yang bermasalah,” ujar Anang saat menyampaikan sambutannya.

Anang juga meminta kepada Ketua TP-PKK, Camat, Kepala Desa dan Lurah setelah sosialisasi ini, dapat melakukan sosialisasi pula di tingkat desa dan kelurahannya masing-masing. Sehingga dapat mempunyai pemahaman yang sama tentang Puspaga.

Kegiatan sosialisasi Puspaga yang diselenggarakan DP3AP2KB Kabupaten Tabalong ini dihadiri pula Kepala DP3AP2KB Propinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Titik Haryanti selaku Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga sebagai narasumber. (MC Tabalong/Maimun).

Klik Untuk Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Ke Atas