MEDIA CENTER

TPST Semulung Permai Bisa Jadi Percontohan

MediaCenter,Tabalong – Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Semulung Permai di Desa Wayau, kecamatan Tanjung, diharapkan bisa jadi percontohan bagi desa lainnya di Tabalong.

Keberhasilan dalam membuat TPST itupun mendapat apresiasi dan penghargaan dari Bupati Tabalong,H Anang Syakhfiani, ketika menghadiri sekaligus meresmikan TPST Semulung Permai di Desa Wayau, Kecamatan Tanjung, Selasa (3/9/2019).

”Saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada karang taruna dan pemerintahan desa yang sudah berinisiatif untuk membuat dan mengelola Tempat Pembuangan Sampah Terakhir di Desa Wayau ini.
Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi banyak orang, ” Kata Bupati Anang.

Selain bangga akan hal itu, menurut bupati, warga Desa Wayau memiliki tingkat peradaban tinggi karena bisa memikirkan sampah agar bisa dikelola dengan baik.

“Jadi peradaban tinggi yang saya maksud, warga Desa Wayau ini bisa memikirkan adanya TPST ini, mungkin karena dekat sungai jadi warganya banyak makan ikan yang membuat warga di sini pintar-pintar,”celetuk Bupati.

Terlepas dari itu, Anang menegaskan, dulunya sampah itu adalah musuh besar, sebab yang dipikirkan orang hanya bagaimana cara membuang sampah itu saja.

“Sampah itukan makin dibuang makin banyak, nah sekarang kita rubah, bahwa sampah ini bukan musuh kita tetapi sebenarnya teman dan harus kita kelola, karena menurut penelitian dari 1 kg sampah itu bernilai ekonomis lebih dari 50-60 persen,”imbuh bupati.

Lebih lanjut, bupati mengatakan, kalau misalnya 1 kg sampah terdiri dari sampah plastik maka dapat dipastikan 90 persen bisa jadi duit, oleh sebab itu TPST yang ada tinggal dikembangkan dan kegiatan pemilahannya juga dijalankan.

“Untuk residunya masih dipikrikan bagaiman supaya tidak dibuang ke TPA lagi, kita carikan solusinya , apakah dibuat lubang kemudian kita masukan sampah itu kedalamnya kemudian 1-2 minggu diuruk tanah,”tuturnya.

Dirinya berharap dengan acara ini semua sampah yang berasal dari desa wayau pasar mahe itu 100 persen masuk disni dan tidak keluar lagi kelain.

Sementara, Ketua Karang Taruna Fajar, Amin Syafrullah, mengatakan, sebenarnya TPST Semulung Permai di Desa Wayau sudah berdiri sejak tahun 2014, dan pernah difungsikan tapi terkendala oleh jalan yang akhirnya ditutup.

“Untuk sekarangkan jalan masuk ke TPST ini sudah diperbaiki dan bagus makanya tempat ini bisa difungskan kembali, “beber Amin.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan untuk TPST ini dikhususkan untuk warga Desa Wayau, dan tidak menutup kemungkinan untuk warga desa lain yang juga ingin membuang sampah ke lokasi itu, tetapi akan dipungut biaya.

“Warga desa lain juga bisa membuang ke sini, tapi nantinya akan dikenakan biaya, sedangkan biayanya masih belum ditetapkan, perlu dimusyawarahkan dulu,”kataya.

Amin berharap dengan TPST ini kedepannya untuk luasan bangunannya bisa bertambah supaya lebih bisa menampung banyak sampah lagi, meski ukuran TPST Semulung permai ini saat ini mempunyai luas 100 x 25 meter persegi.(MC Tabalong/Sy).

Ke Atas