Pemerintahan

Rumuskan ‘Quick Win’ Smart City

MediaCenter,Tabalong – Usai melakukan Bimbingan Teknis (bimtek) pertama Agustus lalu guna menyamakan persepsi, kini Pemkab Tabalong menjajaki babak baru untuk mengimplementasikan program smart city.

Dengan menggelar bimtek kedua, peserta yang terdiri dari perwakilan SKPD, swasta, dan masyarakat mulai melakukan penyusunan master plan smart city dan mencari ‘quick win’ atau program percepatan untuk smart city di Tabalong.

Pakar Smart City dari ITB, Dedy Siswandoyo yang mendampingi Kabupaten Tabalong dalam penyusunan master plan, menyampaikan, dalam bimtek kedua para peserta akan merumuskan program apa yang ditonjolkan sebagai gambaran implementasi smart city di Tabalong telah dilakukan.

“Quick win ini apabila diibaratkan kalau kita ingin melangkah besar bagaimana smart city bisa dilakukan untuk Tabalong, maka untuk memudahkan diperlukan langkah yang kecil berupa program yang mudah diimpelemtasikan,” jelasnya saat ditemui di Gedung Pusat Informasi, Senin (5/8/2019).

Dia mengingatkan quick win hendaknya merupakan program awal yang paling mungkin dilakukan di kabupaten tersebut, serta mencerminkan bagian smart city itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Statistik Kabupaten Tabalong, Pebriadin Hapiz, mengatakan, dalam smart city diharapkan para peserta bisa saling beragumentasi untuk menemukan ‘quick win’ serta penyusunan master plan tersebut.

“Di bimtek ini para peserta diharapkan saling berbagi ide, ada brainstorming, dan bertarung ideologi untuk membuat master plan ini, karena master plan ini nantinya adalah kitab sucinya untuk menjadi panduan kita,” kata Hapiz.

Selain itu, bimtek ini juga akan memulai menyusun buku kedua berisi item apa saja yang akan dilakukan dalam berkaitan dengan master plan smart city tersebut.

Sebagai informasi, dalam penyusunan master plan smart city ini akan dilakukan empat kali bimtek dengan menghasilkan tiga buah buku.

Terdiri dari, kesiapan daerah tentang smart city yang dituangkan di buku pertama, lalu buku kedua berisi inti dari master plan tersebut, dan buku terakhir berupa ringkasan dari master plan yang akan dibacakan kepala daerah.

Nantinya master plan yang sudah selesai disusun ini akan dijadikan peraturan bupati tentang smart city yang juga akan diselaraskan dengan RPJMD Kabupaten Tabalong.

Bimtek ini berlangsung selama dua hari, 5 dan 6 Agustus 2019. (MC Tabalong/Gilang)

Ke Atas