Ekonomi & Bisnis

Kualitas Karet Tabalong Pikat Investor Luar

MediaCenter, Tabalong-Kualitas karet di Kabupaten Tabalong tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ini terbukti belum lama tadi wilayah yang bertajuk Bumi Sarabakawa ini kedatangan salah satu investor luar.

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan ingin melakukan perjanjian kontrak dalam kaitan pembelian karet selama satu tahun dengan besaran 30 ribu ton.

“Belum lama ini Tabalong kedatangan salah satu investor yang berkeinginan melakukan kerjasama dengan kabupaten Tabalong,” kata Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani kepada awak media, Kamis (1/8/ 2019)

Bupati menceritakan, tiga minggu yang lalu di Jakarta, pada saat kegiatan rangakian Otonomi Expo, dirinya berkesempatan berbicara di hadapan calon investor dan mitra bisnis.

Ternyata, disaat berbicara masalah karet, sontak memberikan daya tarik bagi calon investor dan mitra bisnis untuk menguliknya.

“Setelah itu mereka kirim tim kecil ke kabupaten Tabalong,” tambah bupati.

Setibanya di Tabalong, tim langsung dibawa ke salah satu Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPBB) yang ada di Kabupaten Tabalong.

Tidak sampai disitu, investor ini juga membeli satu ton karet untuk diuji laboratorium di tempat mereka.

“Mereka beli satu ton karet untuk dibawa pulang ke Pontianak melalui jalur darat selama 36 jam. Karena investornya bermitra dengan petani Pontianak,” bebernya.

Sesampainya di Pontianak, lanjut Anang, keret yang mereka bawa kadar kekeringannya mencapai 62 persen.

“Jadi selama menempuh kurang lebih 36 jam berkurangnya hanya 1 persen. Disini kadarnya 63 persen,” kata Anang.

Melihat kualitas karet tersebut, investor menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan kerjasama pembelian.

Investor menyatakan siap membeli karet Tabalong sebanyak 30 ribu ton pertahun dan kerjasama ini diminta dibuat dalam
perjanjian kontrak.

Namun, tambahnya, mengingat hasil karet dari petani tidak mencapai angka tersebut otomatis kerjasama kontrak untuk sementara tidak bisa diterima di tahun ini.

Pasalnya, selama ini petani hanya bisa mencapai 50 sampai dengan 100 ton pertahun untuk produksi karetnya.

“Oleh karen itu hari ini saya kumpulkan para UPBB dan para koperasi petani karet untuk menyamakan presepsi menghadapi permintaan tersebut,” pungkasnya. (MC Tabalong/Irwin)

Ke Atas