Pemerintahan

Sekda Inginkan Sektor Kelembagaan Jadi Poin Penilaian Adipura

MediaCenter, Tabalong – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong melakukan rapat koordinasi untuk persiapan Pemantauan Pertama Adipura Tahun 2019 di Aula Penghulu Rasyid, Jumat (12/7).

Seperti diketahui Adipura adalah penghargaan tertinggi di bidang lingkungan yang diberikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bagi kota-kota di Indonesia yang dinilai sukses dalam mewujudkan kebersihan dan melakukan upaya pengelolaan lingkungan perkotaan dengan baik.

Saat rapat, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong, A.M Sangadji mengatakan untuk mencapai dan meraih Adipura perlu adanya kelembagaan, dimana terbangunnya suatu kelembagaan merupakan satu hal terpenting dalam penilaian Adipura.

“ Kalau kami menjadi tim penilai, sasaran pertama yang dilihat itu bukan fakta di lapangan tetapi yang diperlukan terbangunnya suatu kelembagaan, karena dalam kelembagaan itu yang dilihat itu bagaimana menata kehandalan pengorganisasiannya, bagaimana semakin bagusnya manajemen.” Kata Sekda saat menghadiri rapat tersebut.

Sekda mencontohkan terkait hal tersbut, bahwa kelembagaan berbanding lurus dengan pemberdayaan atau meningkatnya kesadaran masyarakat, “dalam prakteknya , misalnya seseorang ketika akan membuang sampah, dia berusaha membuang dan mencari tempat sampah,“ bebernya.

Untuk itu, dirinya menghimbau untuk bersama-sama membenahi dan memperbaiki kelembagaan karena ini termasuk salah satu indikator penilaian.

Mencermati perkataan Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Dina Lingkungan Hidup,Kabupaten Tabalong, Rowie Rawatianice menjelaskan Tabalong akan bisa bersih ketika kelembagaan dari level bawah RT, hingga level paling atas yakni Pemda itu sudah memiliki kesadaran,  minimal bahwa setiap  indvidu wajib memiliki pengelolaan sampah.

“Artinya tidak memandang siapa saja, kita semua wajib melakukan itu,contohya paling dasar  kita bisa memisahkan organik dan non organik serta menempatkan pada tempat yang sudah diatur dalam perda itu, selain itu  didepan rumah juga tersedia tempah sampah,“ Jelasnya.

Keterkaitannya dengan Adipura, tambah Rowie, ada perkembangan dan pergeseran  sistem dalam penilaian, “untuk tahun ini,  ada P1, P2 Dan PV (verifikasi) itu terjadwal dengan baik dan ketika P1 misalnya nilai kita anjlok kita masih bisa dilibatkan di P2, tetapi ketika nanti di tahun 2020 kalo P1 sudah gagal, goodbye.” Ujarnya.

“ Yang terpenting kita usahakan persiapan penilaian Adipura tahun 2019, diantaranya perbaikan kelembagaan, dan terpenting yang menjadi konsen perhatian kita adalah titik titik rawan seperti  dipengolahan, dan titik rawan lainnya seperti pasar dan tempat pembuanga akhir (TPA) ditambah dengan terminal.” Tutupnya. (MC Tabalong/Said)

Ke Atas