Pedidikan

Angkatan Pertama Hapal Juz 30, Rumah Tahfidz Rutaba Balita dan Anak “Cahaya Hati” Menggelar Wisuda

MediaCenter, Tabalong – Santri Rumah Tahfidz Rutaba Balita dan Anak “Cahaya Hati” menggelar wisuda Tahfidz angkatan pertama Juz 30 bertempat di Gedung Pusat Informasi Tanjung. Sabtu, (22/6/2019).

Wisuda kali ini merupakan yang pertama kali diadakan Rumah Tahfidz Rubata Balita dan Anak Cahaya Hati, program yang dijalankan per enam bulan. Selain wisuda, ada acara Parenting Keluarga pembekalan ilmu pengetahuan untuk orang tua dalam hal pendidikan Al-Qu’an khusus anak usia dini.

Kebanggaan orang tua tentu dirasakan saat anak bisa wisuda Tahfidz. Total anak yang wisuda 16 orang terdiri dari 8 orang perempuan, dan 8 orang laki-laki.

Adapula penyerahan sertifikat kepada para peserta didik yang belum mencapai batas hapalan Juz 30, oleh ketua yayasan berupa sertifikat.

Dihadiri oleh kepala Dinas Pendidikan Tabalong Akhmad Rizali, saat pembukaan acara ia menyampaikan harapannya agar anak-anak bisa semakin termotivasi dalam menuntut ilmu terutama menghafal Al-Qur’an.

“Jadi setelah lulus wisuda Tahfidz ini semoga anak-anak bisa terus melanjutkan dan mengamalkan Al-Qur’an. Santri kita juga dapat menjadi contoh anak-anak yang lain agar mau menghafal Al-Qur’an sejak dini.” Ujarnya.

Kisaran umur peserta didik yang mengikuti wisuda Tahfidz Al-Qur’an dari usia 3-9 tahun, setelah wisuda rencananya akan dilanjutkan bulan Juli untuk semester berikutnya.

Sementara itu Zaitinnor selaku Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Cahaya Hati sekaligus ketua pelaksana wisuda mengatakan sesuai dengan kurikulum yang diterapkan menggunakan metode  Tabarak dari Mesir yaitu ada 7 level setiap pembelajaran.

Levelnya itu kita tempuh dalam waktu 6 bulan, anak yang sudah menyelesaikan level 1 akan lanjut ke level 2 dan seterusnya,” kata Zaitinnor saat diwawancarai.

Menurutnya pula jika mengikuti kurikulum dengan benar dan orang tua mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) maka dalam waktu tiga tahun enam bulan anak-anak sudah bisa hapal dari Juz 1 sampai 30 tanpa Pondok Pesantren. “Ada dua kelas yaitu pagi dan sore, maksudnya disini anak-anak tidak ada menginap seperti di Pesantren.” Tambahnya. (MC Tabalong/Maimun).

Ke Atas