Ekonomi & Bisnis

Budidaya Kambing Boertab Digencarkan di Tabalong

Pemerintah Kabupaten Tabalong serius mengoptimalkan peternakan kambing boertab. Selama ini, peternakan kambing boertab dianggap usaha sampingan, padahal punya potensi ekonomi yang menjanjikan.

Pengelola Peternakan kambing Boertab di Kabupaten Tabalong, Martinus Alexander, mengungkapkan budidaya kambing boertab sebagai alternatif dalam bentuk pemberdayaan sebagai penggerak ekonomi pedesaan. Di Kabupaten Tabalong, sentra budidaya kambing boertab di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak.

“Keunggulan kambing boer ini ukuran badannya lebih pendek, bagian dada lebih lebar, berbobot dan tentunya lebih berdaging” ucap Matinus Alexander kepada Media Center Tabalong, Irwin Apriadi, Rabu 12 Juni 2019.

Oleh sebab itu, Pemkab Tabalong dan peternak akan meningkatkan produktivitas peternakan kambing boertab di Kabupaten Tabalong. Hal ini meningkatkan peran strategis pengembangan peternakan kambing.

Menurut Martinus, peternak mulai budidaya sejak Maret 2019 dengan 200 ekor kambing boertab. “Untuk saat ini hasil kawin silang belum ada namun yang sudah dalam tahap bunting ada sekitar 50 ekor dari hasil silangan antara kambing boer dan lokal,” terang Martinus.

Pihaknya akan menggandeng kelompok peternak kambing lokal dan petani bahan pakan untuk menghasilkan kambing boertab kualitas super. Ada dua jenis kambing boertab: pedaging dan kambing susu. Untuk jenis boertab pedaging masih minim karena peternak belum banyak berbudidaya jenis ini.

“Melalui sentra pengembangan kaming boer, kami ingin menggalakkan peternak kambing lokal untuk budidaya kambing unggulan. Kaming lokal dikawainkan kambing luar agar menguntungkan dan efisien, bagus untuk pedesaan,” kata Martinus.

Adapun Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, mengapresiasi atas sentra budidaya kambing boer. Pihaknya siap mendukung pembudidaya kambing boer demi kesejahteraan warga. Menurut Anang, peternak lokal mesti diposisikan sebagai plasma dan inti di sentra budidaya kambing boer tersebut.

“Secara selektif, kami akan mencarikan kelompok yang siap bermitra dengan sentra budidaya kambing boertab,” ujarnya. Anang mengimbau ada pendampingan terhadap kelompok yang lolos seleksi agar masyarakat tertarik menjadikan budidaya kambing boer sebagai usaha inti.

Berikut harga kambing boertab di Kabupaten Tabalong:

Bobot 45-50 kg: Rp 4,4 juta per ekor.

Bobot 40-44 kg: Rp 4.050.000 per ekor.

Bobot 35-39 kg: Rp 3.675.000 per ekor.

Bobot 30-34 kg: Rp 3.325.000 per ekor.

Ke Atas
Konten Dilindungi!