Kesehatan

Tidak Kelola Limbah B3, Akan Dikenakan Sanksi

MediaCenter,Tabalong – Untuk memberikan informasi dan pemahaman dari segi teknis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang baik dan benar.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong menggelar sosialisasi Pengelolaan limbah B3 dari fasilitas kesehatan di Kabupaten Tabalong, Selasa (30/4).

Bertempat di Aula Badan Kepegawaian ,Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Tabalong, kegiatan dihadiri sebanyak 60 peserta, terdiri dari perwakilan pengelola fasilitas kesehatan seperti rumah sakit ,puskesmas , klinik kesehatan, balai pengobatan serta laboratorium kesehatan yang ada di Kabupaten Tabalong, Tapin dan HSS, Balangan.

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan , Robby Cahyadi selaku Narasumber mengungkapkan Sosialisasi ini sangat penting dilaksanakan ,mengingat pengelolaan limbah di Kalsel belum terkelola dengan baik.

“Oleh sebab itu, dengan Sosialisasi ini diharapkan menambah pemahaman lagi kepada pelaku usaha maupun pelayanan kesehatan terkait pengelolaan limbah medis maupun B3 di lingkungan Pemda yang baik supaya bisa dilakukan secara maksimal. ” Jelas Robby.

Mengingat limbah B3 itu sangat berbahaya, kata Robby, apabila tidak dikelola dengan baik , akan bisa berpengaruh terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

” Karena di Limbah medis itu ada patogen dan insfeksius yang langsung berpengaruh terhadap kesehatan manusia.” Jelasnya.

Dalam hal ini, bagi fasyankes yang tidak melakukan pengelolaan itu akan mendapatkan sanksi, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran pengelolan limbah B3 baik dari Dinas LH Kabupaten Kota , mengingat Fasilitas layana kesehatan wajib untuk melakukan pengelolaan diatur dari PP 101 2014 dan PermenLHK Nomor 56 tahun 2015.

Sementara Kepala Seksi Pengolahan Limbah B3 ,DLH Kabupaten Tabalong , Iid Muhammad mengatakan di Tabalong sendiri ada beberapa Fasyankes dari segi administrasi perijinan pengelolaan limbah B3 belum punya izin.

“Sebagian mereka sudah ada, tapi masih dalam proses perizinan , terutama untuk rumah sakit sedang mengurus izin inseneratornya, sedangkan puskesmas secara teknis sudah melakukan pengelolaan tersebut dengan cara menyimpan di tempat khusus yang sesuai dengan aturan PermenLHK Nomor 56 Tahun 2015. ” Bebernya.

Iid berharap, dengan adanya sosialisasi ini mereka lebih mematuhi dan mentaati dari segi administrasi dan segi teknis nantinya.

Sebagai informasi, di Tabalong dari hasil data survey total limbah medis rumah sakit berkisar sebanyak 4 ton perbuatannya sedangkan limbah B3 secara umum terutama dari pelaku usaha menghasilkan sampai 10 ribu ton.

“Maka dari itu harus ada pengelolaan , sebenarnya kalau segi ekonomis limbah medis ini justru jadi ladang bisnis, dan sangat menguntungkan kalau dikelola dan dimanfaatkan dengan baik dan benar.”Pungkasnya. (MC Tabalong/Said)

Ke Atas