Sosial & Budaya

Seminar Kajian Potensi PAD Tabalong Sebagai Input Dalam Penyusunan RPJMD Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

MediaCenter,Tabalong – Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tabalong bersama Pusat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar Seminar Riset  Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah  (PAD) Kabupaten Tabalong.

Adapun kegiatan ini untuk mengkaji bagaimana tentang PAD di Kabupaten Tabalong yang akhirnya secara bersama-sama bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tingkat kesejahteraan masyarakat melalui perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan daya beli masyarakat, perbaikan pelayanan publik dan lainnya.

Tujuan LIPI sendiri dalam seminar ini adalah menganalisis potensi dan pemetaan komponen PAD, menganalisis kendala-kendala yang dihadapi oleh SKPD pemungut dalam penetapan target uang sesuai potensi dan ralisasi PAD, memberikan gambaran tentang efektivitas PAD Kabupaten Tabalong, menganalisis kinerja BUMD agar dapat berkontribusi dalam peningkatan PAD.

Tutu Ermawati salah satu tim dari pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu indikator keseriusan dan tanggungjawab pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan. Karenanya selama ini sumber pembiayaan pembangunan lebih didominasi oleh dana transfer dari pusat baik dalam bentuk dana perimbangan atau pengembangan.

“Pada umumnya dibanyak kabupaten/kota, kita lihat sumber pembiayaan sebagian besar hampir 50% didominasi oleh transfer dana dari pusat. Salah satunya, adalah Kabupaten Tabalong, di mana penerimaan Kabupaten Tabalong dari 2008 hingga 2017 sebagian besar dari dana pengembangan dengan rata-rata kontribusi sebesar 79% dari total penerimaan.” Kata Tutu.

Lebih lanjut, menurut Tutu sektor yang berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tabalong pada tahun 2017 adalah pertanian dan pertambangan (53,14%), pertanian, kehutanan dan perikanan (10,25%), industri pengolahan (7,59%), perdagangan besar, eceran dan reparasi (6,47%) serta kontribusi (5,08%). 

Tabalong sendiri merupakan salah satu Kabupaten yang tingkat pertumbuhan ekonominya mengalami fluktuasi yang cukup signifikan selama tahun 2002-2017. Pada tahun 2006, pertumbuhan ekonomi sangat tinggi mencapai 11,04%, namun pada tahun 2007 mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi sebesar 4,52% dan terus berfluktuasi hingga terendah pada tahun 2015 sebesar 2,41%, akan tetapi mulai mengalami tren meingkat pada tahun 2016 dan 2017 (3,11% dan 3,8%).

”Meskipun relatif kecil perubahanya, ini mengindikasikan bahwa kegiatan per-ekonomian di Tabalong mulai bergeliat kembali.“ Pungkas Tutu.

Diacara yang sama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau BAPPEDA Tabalong Mahdi Noor menyampaikan bahwa kegiatan ini nantinya menjadi input dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Tabalong tahun 2020-2024.

“Jadi apa yang disampaikan narasumber ini sepenuhnya hanya masukan atau input kita, agar kendala-kendala yang di hadapi itu hasilnya ada. Kemudian, startegi yang bagaimana dalam menghadapi kendala tersebut akan menjadi input bagi kita semua untuk menyempurnakan (renstra) rencana strategi perangkat daerah.” Ujar Mahdi.

Lebih lanjut, Kata Mahdi, masukan atau input itu akan menjadi bermakna kalau  sudah mengakomodasikan ke dalam dokumen perencanaan dan dokumen operasional.” Maka dari itu saya berkeinginan agar  bapak dan ibu yang hadir nantiya dengan adanya analisis ini agar memberikan data yang sebenarnya, supaya apa yang dilakukan oleh analis hasilnya terbaik, dan yang terpenting kita utamakan untuk kepentingan daerah dalam menuju kesejahteraan per-ekonomian pembangunan di daerah.” Pungkasnya. MC Tabalong/Maimun/Said.

To Top
%d blogger menyukai ini: