Pemerintahan

Sholat Hajat Dan Syukuran

MediaCenter, Tabalong – Jelang hari jadi ke 53 Kabupaten Tabalong, Pemerintah gelar shalat hajat dan syukuran di masjid Ash Shiratal Mustaqim Tanjung, Kamis ( 29/11 ). Shalat hajat diawali dengan Shalat Magrib Berjamaah, shalat hajat, Pembacaan Surah Yasin, Pembacaan Maulid Habsyi, Ceramah Agama dan ditutup dengan Shalat Isya Berjamaah. Bupati Tabalong Anang Syakhfiani mengatakan Syukuran dan Shalat Hajat ini merupakan Agenda tahunan pemkab Tabalong dalam menyambut hari jadinya. “ selain sebagai rasa syukur kita, shalat hajat ini merupakan bentuk terima kasih dan penghormatan kepada para pendiri dan penuntut Kabupaten Tabalong, hingga Tabalong bias berdiri hingga 53 Tahun.” Ucap Anang ketika menyampaikan sambutannya. Bupati juga menyampaikan beberapa agenda dalam rangkaian Hari jadi ke 53 Kabupaten Tabalong, seperti menggelar upacara dan ziarah pada tanggal 1 Desember tepat hari Kelahiran Tabalong, Kemudian ada Tabalong bershalawat oleh Guru Danau dan Habib Bafaqih pada hari Minggu 2 Desember 2018 dan Puncak Peringatan Hari Jadi di Halaman Pendopo Bersinar pada hari senin 3 Desember 2018 yang didahului dengan khataman Al Qur’an sebanyak 53 kali oleh pelajar di Kabupaten Tabalong. ” saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tabalong mengundang bapak-bapak dan ibu-ibu agar bias berhadir pada puncak peringatan hari jadi Tabalong di Pendopo sekaligus mendoakan Kabupaten Tabalong agar lebih baik lagi.” Tambahnya. Sementara penceramah dalam shalat hajat dan syukuran ustadz Miftahurrahman menyampaikan makna Kemandirian dalam tema peringatan hari jadi tabalong yaitu Inovasi dan kerja bersama dalam mencapai Kemandirian, menurutnya Kemandirian dapat dicapai dengan selalu melakukan Inovasi-Inovasi yang kreatif tentunya dengan bekerja sama dengan seluruh pihak. Lebih jauh, Ustadz Miftahurrahman menjelaskan contoh kemandirian pada suri teladan terbaik Nabi Muhammad SAW, menurutnya sejak kecil nabi yang terlahir dalam keadaan yatim dan mengalami Yatim Piatu sejak berusia 6 tahun, telah belajar Mandiri untuk memenuhi kehidupannya, seperti mengembala Kambing, ikut belajar berdagang hingga menjadi pemuda yang kaya raya pada saat berumur 25 tahun. “ Nabi Muhammad SAW telah mengalami 3 tahapan keadaan sejak dilahirkan miskin, kemudian di usia 25-40 tahun menjadi kaya, dan dalam kurun waktu 40-63 tahun menjadi Subur dengan mengorbankan hartanya di jalan Allah.” Kata Penceramah. Syukuran dan Shalat Hajat selain di hadiri Bupati Tabalong, juga dihadiri Ketua DPRD Tabalong dan forkopimda, kepala SKPD, pegawai Negeri Sipil pemkab Tabalong dan Masyarakat Tabalong yang memadati Masjid Ash Shiratal Mustaqim Tanjung. (MC Tabalong/Halim)
Ke Atas