Sosial & Budaya

Sosialisasi Program KB bagi Tokoh Agama se Kabupaten Tabalong

MediaCenter,Tabalong – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan peran  tokoh  agama  dapat meyakinkan kepada masyarakat tentang program Keluarga Berencana (KB) dengan tujuan menciptakan keluarga kecil, sejahtera  dan berkualitas. “Peran tokoh  agama sangat penting ,karena memiliki kedekatan  secara emosional  dengan masyarakat,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kelurga Berencana  (BP2PAKB) H. Hormansyah,  dalam sambutannya, saat membuka pertemuan Program Kependudukan dan KB Bagi Tokoh Agama di Kabupaten Tabalong, di Aula Penghulu Rasyid, Senin (19/11). Adapun kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Tabalong H. Anang Syakhfiani, perwakilan Majelis Ulama (MUI) Kalimantan Selatan, perwakilan BKKbN Provinsi Kalimantan  Selatan dan 70 peserta dari MUI Kabupaten Tabalong, MUI se- Kecamatan Tabalong, Kementerian Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Tabalong, dan organisasi masyarakat. Bupati Tabalong H. Anang Syakhfiani dalam sambutanya mengatakan peran tokoh agama dalam upaya mendukung program Keluarga Berencana (KB)  sebagai ikhtiar terhadap program pemerintah khususnya bidang KB. “Diharapkan  tokoh agama  mampu meyakinkan  kepada masyarakat bahwa program  Kependudukan dan KB tidak bertentangan dengan ajaran agama  yang mereka anut dan tidak menganggu kesehatan, bahkan untuk mencapai  keluarga lebih sejahtera,”jelasnya. Sementara itu, H.Faizal MHI selaku pengurus Komisi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kal Sel saat diwawancarai mengatakan sosialisasi pemahaman bahwa program KB bisa dilihat dari berbagai konteks, melakukan program tersebut sebagai ikhtiar, bukan melarang untuk melahirkan, namun mengarahkan untuk mengatur kelahiran, Demi menciptakan generasi yang kuat, cerdas, dan masyarakat yang sejahtera. “Pada prinsipnya dalam ajaran agama Islam sendiri upaya-upaya untuk melakukan pengaturan dalam kelahiran, menghindari kehamilan sudah dilakukan pada zaman Nabi Muhammad, berdasarkan rapat MUI di Cipasum pada tahun 2012 membolehkan penggunaan alat kontrasepsi KB bersifat sementara  dalam artian suatu saat bisa disambungkan kembali untuk memperoleh keturunan,”Pungkasnya. MC Tabalong/Mona
Ke Atas