Ekonomi & Bisnis

Objek Wisata Tabalong Diharapakan Memiliki Homestay Untuk Menarik Pengunjung

MediaCenter,Tabalong – Destinasi Tempat Wisata (DWT) Tanjung Puri menjadi tempat pelaksanaan Pelatihan Homestay Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan  bekerjasama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tabalong, Selasa (28/8). Adpaun peserta Pelatihan yang mengikuti berasal dari pengelola objek wisata dan pelaku industri wisata yang ada di daerah Kabupaten Tabalong dengan jumlah sebanyak 30 orang. Mengangkat tema  ‘Meningkatkan kualitas Produk ,Pelayanan,Pengelolaan Dan Daya Saing Tenaga Kerja, pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Disporapar yang diwakili oleh Kabid Pariwisata Disporapar, Lilis Martadinata, dan dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Ratna Hadiyati dan Trainer bidang Hospitally Hotel Manajemen ,Yuli Yana dari Kota Banjarmasin. Dalam sambutannya, Lilis menyampaikan bahwa perkembangan industri pariwisata di daerah Kabupaten Tabalong memang jauh dari sempurna, dan masih banyak pembelajaran,oleh sebab itu dengan pelatihan ini bisa memberikan pencerahan dan wawasan pengetahuan dalam pengembangan kepariwisataan terutaman di Kalimantan Selatan. Diakuinya Pelatihan Homestay ini sangat penting bagi pelaku usaha kepariwisataan, “dengan pelatihan ini kami menyambut baik dan senang sekali karena sudah diberi kesempatan dan waktu bagi kawan kawan pelaku industri dan pariwisata didaerah untuk mendapatkan pengetahuan dan pengembangan wawasan terkait pengelolaan homestay ini,” katanya. Senada dengan hal itu, Kepala Seksi usaha Jasa Dan Kemitraan dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Ratna Hadiyati menyampaikan kegiatan pertama kalinya dilaksanakan  ini bertujuan untuk memotivasi peserta maupun masyarakat untuk dapat mengembangkan industri terkait kepariwisataan. “Jadi hendaknya setiap destinasi tempat pariwisata itu ada sebuah Homestay atau pondok wisata, agar para pengunjung bisa menginap ataupun sekedar untuk istrahat,  selain itu nantinya akan memberikan peluang bagi pelaku usaha lainnya dengan berjualan pernak pernik dan makanan hal tersebut nantinya akan berguna dalam menambah penghasilan dan perekonomian warga sekitar.” Ujarnya. Mudah mudahan semua peserta yang ikut mampu memahami konsep dan unsur apa saja yang menunjang dalam hal pariwisata. ”terutama memahami peran dan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pariwisata serta dapat merealisasikannya dengan baik, juga mendorong peran aktif komponen masyarakat agar ikut terlibat agar pariwisata di daerah bisa tumbuh dan berkembang,”tuturnya. Salah satu peserta, Samsuni merasa bersyukur bisa ikut terlibat dalam pelatihan ini,mengingat kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan dan tidak terbuka untuk umum. “Dengan pelatihan ini paling tidak menambah wawasan saya, bagaimana cara mengelola DTW itu dengan baik dan benar, meskipun di tempat Objek wisata kami belum dibangun homestay, paling tidak saya sudah tahu lebih dulu dengan pelatihan ini” ucapnya. Selanjutnya ia mengharapkan agar Objek wisata didaerahnya yakni Goa Liang Tapah bisa dibangun homestay mengingat DTW Liang Tapah sudah banyak dikenal orang bahkan sampai ada pengunjung dari luar negeri.”Pungkasnya. (MC Tabalong/Sy).
Ke Atas