Sosial & Budaya

Sosialisasi Sistem Usaha Perkebunana Rakyat Diverifikasi dan Integrasi Tanaman Karet

Tanjung, MediaCenter-untuk memberikan bekal pengetahuan serta inovasi dalam upaya budidaya tanaman karet serta meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat khususnya petani karet. Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong menggelar Sosialisasi Sistem Usaha perkebunan Rakyat Diverifikasi dan Integrasi tanaman karet (SUPRA – DIN ) ,yang menggandeng Balai Penelitian karet Sembawa, Sumatera Selatan untuk meningkatkan pendapatan petani lokal. Bertempat Wisma Tamu Bersinar,Tanjung Selasa (26/6). Sebelumnya, acara dimulai dengan penyerahan alat tani berupa rotari Hand Traktor sebanyak 57 buah,beserta bibit tanaman seperti pohon langsat sebanyak 2.000 buah, bibit pohon Pepaya 1.500 buah, bibit pohon Jengkol 2.000 buah yang diserahkan langsung melalui Bupati Tabalong, H.Anang Syakhfiani kepada masing masing perwakilan petani di berbagai kecamatan yang ada di kabupaten Tabalong. Kegiatan sosialisasi yang di buka langsung oleh Bupati Tabalong, H.Anang Syakhfiani,mengatakan Kegiatan ini dipandang penting ,karena ini merupakan satu terobosan dan inovasi dalam budidaya tanaman karet , yaitu dengan penataan tentang jarak tanam agar apa yang dinamakan diverifikasi keanekaragaman usaha tani ini bisa semakin bagus kedepannya. “Yang penting bagi peserta yang mengikuti agar sosialisasi tentang jarak ini betul betul ditindak lanjuti dan dilaksanakan sebaik baiknya,mengingat sudah banyak inovasi yang sebelumnya pernah dilakukan oleh lembaga dan pihak lainnya,tetapi implementasinya ada yang berjalan baik dan ada juga yang hilang tanpa kesan.”ujarnya. Tambahnya, kata Bupati Anang, kita bertani bukan hanya untuk diri kita saja,tetapi untuk memenuhi kebutuhan orang yang berada diluar Tabalong,seperti Kalsel,Kaltim dan Kalteng,”mengingat letak wilayah Tabalong tidak berada diujung lagi tetapi ditengah tengah pulau kalimantan, itu artinya pasar sudah terbuka luas.”lanjutnya. Ia berharap pertanian di Tabalong mesti di majukan, mengingat sebagian masyarakat Tabalong hidupnya bergantung pada pertanian. Sementara itu, kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong Johan Noor Effendi dalam laporannya mengatakan sosialisasi kali ini tentang bagaimana membuat pola tanam atau jarak tanam pada karet, serta bagaimana membuat kebun karet atau hutan karet agar bisa ditanami dengan tanaman lain. “Untuk ketahanan petani karet di kabupaten Tabalong,kita perlu adanya inovasi yaitu dengan teknologi supradin ini ,nantinya kita akan merubah jarak tanam itu menjadi 2×2.5×18 meter sehingga dengan pola supradin ini insha allah ada gawangan yang kita usahakan secara tepat ,sampai karet tersebut tidak menghasilkan lagi.”katanya. Terlepas dari itu, kadis pertanian,Johan mengatakan bantuan yang diterima dari APBN sendiri jumlahnya dari tahun 2016 -2017 ada 500 hektar yang sudah ditanam melalui pola tanam tersebut dan sudah berumur dua tahun. ” Mudah mudahan kedepannya dengan bantuan dan sosialisasi ini kami mengharapkan bisa berkembang dan melakukan kegiatan perubahan ini sehingga kedepannya perekonomian Kabupaten Tabalong lokomotifnya adalah tanaman karet.”pungkasnya. Sedangkan narasumber di sosilisasi tersebut, Peneliti Muda dari Balai Penelitian Karet Sembawa, Sahuri menjelaskan dengan jarak tanam lebar justru memberi peluang bagi petani untuk kembangkan tanaman sela. “Dengan jarak tanam lebar petani bisa lakukan tanam sela hingga 10 tahun sehingga bisa menambah pendapatan,” jelas Sahuri. Jenis tanaman sela bisa pola pangan seperti padi, jagung dan kacang – kacangan atau berupa tanaman perkebunan lainnya. Dalam sosialisasi jarak tanam pada karet atau Supra – Din ( Sistem Usaha Tani Perkebunan Rakyat Diversifikatif dan Integratif) dihadiri puluhan petani karet yang terdiri dari penyuluh pertanian dan kelompok tani yang ada di Kabupaten Tabalong. MC Tabalong
Ke Atas