Sosial & Budaya

Pemdes Maburai Gunakan Absen Finger Print

Tanjung – Untuk lebih memaksimalkan pelayanan dan tertib administrasi serta peningkatan kerja, Pemerintahan Desa (Pemdes) Maburai Kecamatan Murung Pudang kini mengunakan absen dengan mesin finger print. Sistem absen dengan teknologi sidik jari jempol ini, diklaim akurat dan bisa menghindari kecurangan dalam absen tanda hadir, dibanding dengan absen manual atau dicatat. Kepala Desa Maburai, Edy Rahmanto mengungkapkan, jika pihaknya lah yang pertama dan satu-satunya di Kecamatan Murung Pudak yang telah menerapkan Finger print. Pengunaan Finger pritn tersebut, kata Edy, sudah dilakukan pihaknya, adalah sejak sebulan yang lalu. “Dengan finger print ini maka kita dapat terpantau kinerja perangkat desa, ini juga tidak terlepas dari upaya kita meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,”bebernya. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menerapkan sanksi keterlambatan masuk kerja berupa pemotongan tunjangan dimana kisarannya adalah untuk kepala desa Rp 30 ribu, Sekdes RP 29 ribu dan aparat desa antara Rp 20 ribu sampai dengan 25 ibu rupiah. “Selain itu, kita juga ada sanksi berupa teguran dan Surat Peringatan atau SP bagi yang melanggarnya. Peraturan ini dibuat berdasarkan kesepakan bersama, ini semata-mata agar kinerja Pemdes Maburai menjadi baik dan disiplin,”pungkasnya. (Metro7/Eka)
Ke Atas