Sosial & Budaya

Jalan Tanjung – Kelua Maksimal Untuk Enam Ton

Tanjung, Penanganan  angkutan semen yang sesuai ketentuan yang berlakug melewati jalan Tanjung-Kelua menjadi pembahasan rakor yang di pimpin Bupati Tabalong H Aanang Syahfiani , Selasa (21/11). Pertemuan ini dihadiri ketua DPRD,Kejari,Ketua PN,Komandan PM Kandangan, Kadishub Kasalantas, Pasi Intel Kodim 1008 Tanjung. Menurut Bupati Tabalong, dari hasil rakor tersebut ada beberapa hal yang telah diputuskan bersama untuk penanganan angkutan semen . Pertama tidak semua angkutan semen boleh melintas di ruas jalan Tanjung-Kelua Kabupaten Tabalong, angkutan semen PT  Conch yang melalui ruas jalan Tanjung-Kelua hanya diperkenankan dilalui dumtruk berkapasitas 5-6 ton, dan angkutan treler,tronton atau angkutan jenis 2×5 lainya yang kapasitas diatas 10 ton tidak diperkenankan melalui Tanjung-Kelua,”tegas Bupati. Kesepakatan kedua yang diputuskan untuk angkutan semen dari Tanjung-Balangan-Barabai dan selanjutnya.kembali pada kesepakatan terdahulu. Walaupun diperkenankan mengunakan treller,tronton dan agnkutan 2×5 lainya, jumlah muatan harus sesuai ketentuan berlaku. Bupati Tabalong juga menambahkan apa yang telah menjadi kesepakatan itu akan ditindaklanjuti dengan menyampaikan ke Guernur, Kapolda, Dandrem, Kajati dan Pengadilan Tinggi,”jelasnya. Selain itu, juga disampaikan dengan membuat pos pemantau di dua lokasi berbeda. Lokasi pos pemantau direncanakan akan dibuat di wilayah Kelurahan Jangkung Kecamatan Tanjung dan di Desa Maburai Seberang Bandara Warukin, Kecamatan Tanta. Sedangkan untuk PT Conch dan pengusaha jasa angkutan, Bupati Tabalong berharap bisa bekerjasama mentaati aturan yang berlaku. “Taati tertentu yang berlaku, supaya usaha mereka bisa jalan, angkutan mereka bisa jalan tanpa merusak jalan,”pinta Bupati. Sementara itu terkait penigkatan kelas jalan, Bupati menyampaikan pihaknya sudah mengusulkan ke Kementrian PUPR untuk meningkatkan kelas jalan jadi kelas satu. Tetapi usulan itu terkendala karena terbentur dengan ketentuan dimana jalan yang ada di Daerah ini hanya untuk kelas dua. Selain itu menteri PUPR melalui Dirjen Bina Marga sudah meberikan balasan surat yang isinya meminta Pemkab Tabalong berkoordinasi dengan PT Conch agar bisa membangun jalan khusus sesuai ketentuan Menteri PUPR. Dalam waktu dekat PT Conch akan dipanggil untuk membicarakan pembangunaan jalan khusus, dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mengkritisi soal angkutan, “Pemkab, DPRD, Kodim, Polres, Kejaksaan, Pengadilan, dan Subdenpom selalu mendengarkan keluhan masyarakat. Dan kami tentu akan memindaklanjuti sesuai kewenangan ada pada kami,”kata Bupati . Banjarmasin Post/MC Tabalong
Ke Atas
Konten Dilindungi!