Sosial & Budaya

Kemilau Cahaya Badudus dan Babarasih Pusaka Urang Banjar

Tanjung, InfoPublik – Dalam rangka turut, serta menggali,mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah Banjar , Warga Kecamatan Banua Lawas bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tabalong menggelar seremonial acara bertajuk Kemilau Cahaya Badudus dan Babarasih Pusaka Urang Banjar Banua Lawas.Di Halaman SDN 1 Pasar Arba, Minggu (1/10). Badudus atau mandi mandi itu sendiri merupakan salah satu ritual tradisi yang sudah kental khsususnya di masyarakat Banjar, dan kegiatan adat ini sendiri masih dipakai sampai sekarang jelang bulan Muharram Awal tahun baru islam. Adapun kegiatan ritual tersebut diawali dengan membersihkan benda benda pusaka yang sudah diturunkan oleh para lelluhur , diantaranya. Keris, Pisau, Kayu Ulin, Tombak , guci,payung serta benda benda sejenis lainnya. Untuk pelaksanaanya, sebelumnya benda benda pusaka seperti Tombak, Keris dan Pisau direndam dengan air kelapa selama 3 hari. Setelah itu semua benda pusaka disiram dengan air tetapi tidak semua air bisa digunakan dalam acara ini, yaitu harus menggunakan air sungai yang mengalir atau air hidup. Setelah itu dilanjutkan dengan tradisi mandi badudus,dimana juriat terakhir (Juru kunci benda pusaka) yang akan dimandikan. Juru kunci benda pusaka, Abi, mengatakan tradisi ini merupakan satu rangkaian kegiatan adat dalam pensucian atau pembersihan diri pada saat memasuki awal tahun baru islam. Kegiatan ritual yang dilakukan pada kali ,erat hubungannya dengan diri kita,” yang pastinya untuk membersihan diri baik jiwa maupun raga supaya nantinya bersih secara keseluruhan,memiliki kepribadian yang damai,bagus dan menjadi lebih baik kedepannya di tahun baru islam ini.”ungkap Abi. Abi juga menjelaskan ,bagi orang yang tidak mempunyai keturunan , untuk ritual ini tidak perlu dilaksanakan karena tidak akan menjadikan masalah.”tetapi kalau yang punya keturunan itu erat hubungannya dengan acara ritual seperti ini, tetapi itu semua kita kembalikan lagi kepada tuhan ,Tegasnya. Sementara itu, Bupati Tabalong, yang diwakili oleh staf ahli bidang pembangunan Setda Tabalong H.Aberani Abrar sangat mengapresiasi acara badudus dan bebarasih benda pusaka ini, dimana kegiatan ini merupakan prosesi bernuansa tradisonal religius dalam melestariakan budaya lokal . “Untuk itu aruh adat ini yang merupakan salah satu kebudayaan asli banua , harus dipertahankan dan dikembangkan agar tidak punah akibat perkembangan zaman.” Kata Aberani dalam membacakan sambutan tertulis Bupati Tabalong. Menurutunya lagi. bahwa di banua Tabalong memiliki beraneka ragam suku, seni dan budaya. dan Ini adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. ” Dengan adanya kegiatan ritual ada ini dapat memotiviasi diri kita untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya asli kita semua.agar nantinya para generasi muda tidak terbaw arus budaya global dan cenderung melupakan nilai nilai sosial dan budaya daerah “pungkasnya. Turut hadir diacara tersebut diantaranya, Perwakilan Kesultanan Banjar, Nizam Razale, Kabid Pariwisata Tabalong,Camat , Kepala Dinasa Pariwisata Kalsel, tokoh masyarakat,dan lainnya. MC Tabalong/Sy
Ke Atas