Sosial & Budaya

Bank Kalsel Syariah Terus Berdayakan Potensi Daerah

Tanjung,InfoPublik – Dalam rangka menggali.menghimpun, dan memperdayakan potensi ekonomi masyarakat bagi perkembangan dan kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga meningkatkan pemahaman kegiatan perbankan syariah kepada masyarakat luas.
Melalui Bank Kalsel Syariah menggelar acara even layanan langsung press Release Syariah Banking Network Event di Atrium Q Mall Banjarbaru. Sabtu (16/9) kemarin.
Adapun kegiatan ini nantinya dapat membangun jejaring yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dari berbagai sektor usaha yang memerlukan layanan keuangam secara syariah.
Dalam acara tersebut turut Hadir bebrapa narasumber, diantaranya Bupati Tabalong.H.Anang Syakfiani, Komisaris Utama Bank Kalsel,Ari Bastari, Kabag Departemen Perbankan Syariah OJK Setiawan Budi Utomo, Kadis PMD Provinsi Kalsel ,Gusti Syahrar, dan juga dimoderatori oleh Elma Theana ,Artis Ibukota dan Agus Syabarrudin.
Dalam kegiatan yang bertemakan ‘Mengurai Akar Penyebab Terlambatnya Pembangunan Desa dan Upaya Penyelesaiannya’ ini, Bupati menjadi pembicara bersama tiga narasumber lainnya.
Dalam paparannya, bupati menyampaikan diantaranya terkait bagaimana pembangunan desa bisa untuk memacu percepatan pembangunan di Kabupaten Tabalong.
Dimana hal ini tidak terlepas dari adanya dana desa yang saat ini memang menjadi kekuatan baru dalam memacu percepatan pembangunan di Indonesia.
Disampaikannya, dana desa merupakan kekuatan baru dalam memacu percepatan pembangunan di Indonesia.
Bila dulu pemerintahan desa hanya kelola dana antara Rp. 50 juta sampai Rp.100 juta sekarang di Tabalong, pemerintahan desa harus kelola Rp.1,3 miliar sampai Rp. 1,8 miliar.
“Bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau dana desa itu tidak dikelola dengan benar,” kata bupati.
Agar pengelolaannya bisa baik dan benar, imbuh Anang, Pemkab Tabalong di tahun 2015 sudah mencanangkan program Gerbang Mas (Gerakan Pembangunan Menuju Masyarakat Sejahtera).
“Ini intinya bagaimana kita membangun sinkronisasi, bagaimana wujudkan keterpaduan dalam perencanaan pembangunan yang dananya bersumber dari dana desa, APBD kabupaten, APBD provinsi, APBN dan bahkan CSR,” jelasnya.(MC Tabalong/Said)

Ke Atas