Tanjung, InfoPublik – Hasil pemeriksaan dan pembinaan yang dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabalong ke para peternak sapi bisa dikatakan berhasil dengan sukses. Buktinya, ketika perayaan Hari Raya Idul Adha lalu, tidak ditemukan adanya hewan kurban sakit, apa lagi menular. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Distan Kabupaten Tabalong, Saswoko ketika diwawancarai, Rabu (12/9) kemarin. “Semua hewan sehat, dan memenuhi syarat hewan kurban,” katanya. Untuk menjaga kesehatan binatang pemamah biak ini, Distan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum dan sesudah dikurbankan. Khusus setelah disembelih, diperiksa untuk mengetahui kondisi dalam tubuhnya. Yang ditakutkan dari pemeriksaan ini, ditemukan adanya penyakit hewan menular strategis (PHMS), yakni Anthrax. Pasalnya bisa menular ke manusia melalui pernafasan, luka dan interaksi lainnya. Pemenuhan kebutuhan sapi di kabupaten berjuluk Bumi Saraba Kawa masih mengandalkan dari luar daerah. Pasalnya, populasi dan budidaya yang ada tidak mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakatnya. Dijelaskan Saswoko, kekurangan populasi sapi di Kabupaten Tabalong mencapai 2.900 ekor pertahun. Jumlah tersebut, baik untuk konsumsi harian, juga kebutuhan hewan kurban. “Sedangkan jumlah populasinya hanya 3.700 pertahun, dengan produksi anak sapi baru mencapai 700 ekor,” katanya. Kondisi kekurangan populasi sapi ini terpaksa banyak dimanfaatkan pedagang dengan mendatangkan sapi dari luar daerah, baik di dalam lingkup Provinsi Kalimantan Selatan, maupun luar Pulau Kalimantan sendiri. “Seperti dari Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Sulawesi,” katanya.(MC Tabalong/Radar Banjarmasin/Eyv)